Rakerwil LAZISMU DIY , “Philantropreneurship untuk Pembangunan Berkelanjutan”.

rakerwil lazismu diy 2020

KULON PROGO – Lembaga Amil Zakat Infaq Shodaqoh Muhammadiyah (lazismu) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menyelenggarakan Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) pada Sabtu-Ahad, 25-26 Januari 2020 di Wisma Dharmais, Pengasih Kulon Progo. Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) LAZISMU DIY ini diselenggarakan dengan tujuan membentuk sinergisitas antar LAZISMU se-Daerah Istimewa Yogyakarta baik daerah maupun kantor layanan guna evaluasi dan penyusunan program pada tahun 2020.

Pada agenda rapat kerja kali ini, LAZISMU DIY mengangkat tema, “Philantropreneurship untuk Pembangunan Berkelanjutan”. Tema tersebut merupakan brigdown dari tema Rapat Kerja Nasional (Rakernas) LAZISMU Pusat yang diselenggarakan pada 5-7 Desember 2019 di Lombok yang memiliki makna bahwa LAZISMU memiliki peran untuk meningkatkan dampak filantropis yang dikelola secara maksimal.

rakerwil lazismu diy 2020

Dalam acara pembukaan, Ketua LAZISMU DIY Bapak Cahyono, S.Ag menyampaikan dalam sambutannya bahwa “Philantropreneurship untuk Pembangunan Berkelanjutan” tidak hanya sekadar sebuah tema namun merupakan tantangan LAZISMU Se-Daerah Istimewa Yogyakarta. LAZISMU DIY tidak hanya mengandalkan zakat, infak, shodaqoh, donasi atau hibah lainnya namun juga mendorong lembaga dan stakeholder untuk berwirausaha dan berinvestasi dengan memanfaatkan sumber daya yang ada dengan memperhatikan keberlanjutannya. Hal tersebut diwujudkan dengan konsep rakerwil yang mengusung konsep lesswaste, dimana dalam acara ini segala kegiatan menggunakan prinsip minim sampah seperti dengan penggunaan nampan dan tumblr untuk konsumsi peserta maupun tamu undangan.

Acara pembukaan ini juga dihadiri oleh Bupati Kulon Progo yang pada kesempatan ini diwakili oleh Bapak H. Juwanto, S.H selaku asisten sekretaris. Pada sambutannya, beliau menyampaikan pesan untuk LAZISMU DIY guna meningkatkan kapasitas amil yang profesional serta meningkatkan ketepatan pembukuan laporan keuangan sehingga semakin meningkatkan kepercayaan masyarakat dalam berzakat.

Lembaga Amil Zakat Infaq Shodaqoh Muhammadiyah (LAZISMU) merupakan wujud semangat Muhammadiyah yang sesungguhnya, karena telah menunjukkan sifat wajib kader Muhammadiyah yaitu kedermawanan dan kerelawanan. Hal tersebut sesuai dengan sambutan yang disampaikan oleh Bapak Arif Jamali Muis, S.Pd., M.Pd selaku perwakilan Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Daerah Istimewa Yogyakarta. Beliau juga berpesan agar LAZISMU DIY hendaknya menjadi funding yang dananya disalurkan ke majelis dan lembaga.

Dalam acara pembukaan Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) LAZISMU DIY turut dihadiri oleh perwakilan Badan Amil Zakat Nasional Daerah Istimewa Yogyakarta, Forum Komunikasi Pimpinan Kecamatan (forkopimcam) Pengasih, Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) seluruh Daerah Istimewa Yogyakarta, serta Pimpinan Daerah Aisyiah, Ortom dan AUM se-Kabupaten Kulon Progo.

“Saya salut dengan pencapaian lazismu DIY, dengan luas wilayah yang kecil yaitu 5 kota/kabupaten mampu menghimpun dana yang besar. Seharusnya, lazismu-lazismu wilayah di Indonesia menjadikan lazismu DIY sebagai teladan.” Pesan Prof. Hilman Latief, Ph.D dalam acara sarasehan bersama ketua lazismu pusat. (Rn_F)

baca juga: Rakerwil LAZISMU DIY 2020 : “Mengapresiasi Kinerja Kantor Layanan Melalui LAZISMU AWARD”

 

Leave Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *