Bantu Saudara Kita di Sulawesi Barat

Gempa dahsyat melanda wilayah Sulawesi Barat pada Jum’at, 15/01/2021 pukul 01.28 dini hari dengan kekuatan 6,2 Magnitudo. Gempa ini merupakan gempa susulan yang terjadi sebelumnya pada siang hari dengan kekuatan 5,9 magnitudo.

Dampak gempa yang dirasakan sekitar 7 detik ini menyebabkan banyak bangunan rumah dan dan perkantoran yang ambruk.

Warga berhamburan ke jalan dan tanah kosong menyelamatkan diri dan keluarga.

Akibat gempa yang terjadi pada saat masyarakat sedang berisitirahat ini, banyak warga yang terjebak di dalam bangunan yang roboh.

Laporan data sementara Majene

189 orang luka berat,  214 luka sedang,  234 luka ringan,  4 orang meninggal dunia

Update data pengungsi gempa di kec. malunda Kab. Majene

  1. malunda 530 kk
  2. lamungan batu 437 kk
  3. desa kayuangin 340 kk
  4. desa lombong 420 kk
  5. desa lombong timur 292 kk
  6. desa meksel 278 kk
  7. desa mekkatta 400 kk
  8. desa maliaya 400 kk
  9. desa bambangan 430 kk
  10. desa lombang 300 kk
  11. desa lombang timur 274 kk
  12. desa salutahongan 320 kk

Tim Lazismu-MDMC langsung, bergerak dengan membantu melakukan evakuasi terhadap korban. Tim Lazismu-MDMC dari wilayah terdekat, Sulawesi Tenggara segera diberangkatkan untuk membantu tim yang sudah ada di lapangan.

Melihat dahsyatnya akibat gempa ini, bantuan yang di butuhkan berupa peralatan pribadi, lokasi mengungsi, makanan, keperluan bayi dan lansia, obat-obatan dan peralatan medis untuk luka luar dan dalam serta trauma healing.

  • 26 Jan 2021
    Laporan Perkembangan Penanganan Darurat Bencana (PDB) Gempa Bumi di Sulawesi Barat tanggal 25 Januari 2021

    Tapalang-Mamuju, (25/01). Setelah melalui perjuangan keras personil dukungan logistik EMT Nasional Muhammadiyah dan personil lokal, alhamdulillah mulai Senin (25/01) puskesmas Tapalang mulai beroperasi kembali.

     

    Operasional puskesmas dijalankan dengan memanfaatkan tenda-tenda EMT Nasional Muhammadiyah untuk rawat jalan dan tenda BNPB untuk rawat inap.

     

    Penggunaan tenda-tenda ini karena warga masih merasa takut untuk masuk dan berlama-lama berada di dalam bangunan puskesmas.

     

    Admin sempat bertemu dengan Kepala Puskesmas Tapalang, Rahmawati, S.Kep.Ners. saat menyiapkan fasilitas rawat inap disana.

     

    Kepada Admin, Rahmawati bercerita bahwa begitu gempa, esok harinya kawasan sekitar puskesmas sangat sepi, ditinggal warga yang takut dan mengungsi.

     

    Demikian juga para tenaga medis dan staf pendukung ikut mengungsi bahkan yang dari luar Tapalang, memilih pulang ke daerahnya. Akibatnya, operasional puskesmas terhenti total.

     

    Karena kondisi tersebut, pihaknya yang mendekatkan diri dan mendatangi warga, karena mereka butuh layanan kesehatan.

     

    "Untuk di puskesmas ini kami tidak melayani, karena masyarakat takut ke sini. Selain takut bangunannya juga takut tsunami," katanya.

     

    Rahmawati juga menambahkan untuk menjalankan operasional puskesmas kembali, pihaknya sudah mengatur shift tenaga medis yang ada, khususnya di layanan rawat inap.

     

    "Saya sudah mengumumkan kepada masyarakat, juga melalui Danramil dan Kapolsek agar mengumumkan bahwa kami besok (25/01) buka," imbuhnya.

     

    Begitu layanan dibuka, langsung ada warga yang datang untuk berobat. Bahkan jelang sore dan malam ada dua pasien rawat inap yang datang. Satu pasien rawat inap akhirnya dirujuk ke RSUD Mamuju.

     

    Sumber Berita MDMC 

     

    Untuk selengkapnya silahkan klik tombol download di bawah ini

    DOWNLOAD

     

    #GempaMajene

    #MDMCIndonesia

    #EmergencyMedicalTeam

    #EMTMuhammadiyah

8 Feb 2021

Hamba Allah
Rp 100.115

31 Jan 2021

07ADVNTR

"semoga barokah"

Rp 300.289

31 Jan 2021

Hamba Allah
Rp 300.231

28 Jan 2021

Hamba Allah
Rp 1.000.148

27 Jan 2021

Hamba Allah

"Semoga bermanfaat yaa"

Rp 250.285

27 Jan 2021

Hamba Allah
Rp 10.134

25 Jan 2021

Pramono

"IKM HRY"

Rp 1.000.292

Temukan kami di

Program Donasi

Mari Membaca